INDONESIA TAMPILKAN TARIAN RAPA’I GELENG ACEH DI INTERNATIONAL CULTURE FESTIVAL WUHAN UNIVERSITY

PhotoGrid_1479570665010.jpgDINGIN nya suhu di kota Wuhan, China yang mencapai 10 derajat Celcius terkadang membuat saya betah berlama-lama di dalam rumah. Musim gugur mungkin akan segera berganti dengan musim dingin. Ini merupakan pengalaman pertama saya merasakan empat musim dalam setahun. Untuk dua tahun ke depan saya akan menjadi mahasiswa Post Graduate jurusan Psikologi Pendidikan di Central China Normal University provinsi Hubei. Dan biasanya di penghujung tahun seperti ini banyak event-event internasional yang dilaksanakan oleh setiap universitas di China. Dan kali ini Wuhan University menggelar event International Culture Festival 2016. Acara ini berlangsung pada tanggal 19-20 November 2016. Sebanyak hampir 50 negara mengikuti event ini dan peserta nya adalah mahasiswa masing-masing negara yang sedang kuliah di China. Berbagai penampilan seni dan budaya akan ditampilkan dengan segala keunikan nya. Bahkan anda bisa juga menyicipi makanan dan cemilan khas masing-masing negara di tiap-tiap stand perwakilan negara. Dalam dua hari saja anda akan merasa berkeliling dunia. Dan untuk mewakili Indonesia saya bersama teman-teman dari pulau Sumatera hingga Jawa menampilkan tarian Rapa’i Geleng Aceh. Dentuman suara Rapa’i dan gelengan para pemain pecah bersama lengkingan suara Syeh yang membacakan sholawat dan syair diatas panggung. Di akhir pertunjukan pun gemuruh tepuk tangan dan sorakan kekaguman penonton menghiasi area panggung.

img_20161119_122008

Seni dan budaya Aceh memang semakin di kenal di mata dunia. Itu terbukti dengan penampilan tari Saman Aceh sebanyak tiga kali berturut-turut di beberapa universitas di China selama tiga tahun terakhir. Kehebohan Indonesia tidak hanya sampai disitu saja. Stan Indonesia yang dipenuhi poster-poster destinasi pariwisata Indonesia menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk ber-selfie. Banyak pengunjung yang datang ke stan untuk membeli pernak-pernik khas Indonesia seperti gantungan kunci, dompet bahkan sampai mata uang rupiah. Tarian Poco-poco pun ditampilkan di depan stand yang membuat para pengunjung semakin tertarik. Keanekaragaman seni dan budaya Indonesia adalah nilai jual yang kita miliki untuk terus memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

img_20161121_091229

Iklan

Single’s Day in China

IMG_20161117_162032.jpgBELANJA online merupakan pilihan yang sangat disukai masyarakat sekarang. Selain harga nya lebih murah, kita tidak perlu repot-repot untuk membawa barang belanjaan kita ke rumah karena akan diantar langsung ke tempat. Berbicara soal e-commerce, siapa yang tidak mengenal Jack Ma, seorang pebisnis berkebangsaan China. Dia merupakan pendiri sekaligus Chairman Eksekutif dari Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Dia merupakan warga China daratan pertama yang pernah muncul di majalah Forbes dan terdaftar sebagai bilioner dunia. Tanggal 11/11 merupakan hari ‘Jomblo Nasional’ atau ‘Single’s Day’ di China. 11 November dipilih karena mewakili konsep kesendirian, yang digambarkan dengan deretan angka satu. Namun perayaan Single’s Day ini tidak diperingati dalam kesedihan. Justru para jomblo bersenang-senang untuk menikmati kesendiriannya dengan cara berbelanja online. Situs belanja online www.taobao.com misalnya yang menyediakan berbagai jenis barang seperti pakaian, peralatan rumah tangga, elektronik bahkan sampai makanan. Tepat pada pukul 00.00 tengah malam pada tanggal 11/11 banyak orang sudah bersiap-siap untuk mendapatkan berbagai macam barang branded dengan harga miring. Sistem siapa cepat dia dapat akan berlaku karena stock barang yang disediakan terbatas. Dan pada peringatan Single’s Day kemarin perusahaan e-commerce asal China ini berhasil menjual lebih dari US$1 Miliar pada delapan menit pertama dibukanya midnight sale. Fasilitas yang diberikan oleh situs belanja ini juga sangat menarik. Anda belanja hari ini, satu hingga dua hari saja barang anda sudah sampai. Dan apabila barang dalam keadaan rusak anda juga akan mendapatkan kesempatan untuk menukarkan barang belanjaan anda dengan yang baru. Sangat mudah bukan?

IMG_20161117_162000.jpg

 

 

 

Anak China ngopi???

img_20161029_171751Warung kopi atau caffe merupakan tempat tongkrongan yang sangat digemari anak-anak muda di Aceh, khususnya kota Banda Aceh yang memiliki julukan “Kota 1001 Warung Kopi”. Mahasiswa juga lebih memilih warung kopi untuk mengerjakan tugas nya karena bisa mengerjakan tugas sekaligus menikmati makanan dan minuman yang sesuai dengan isi kantong plus dengan free Wi-Fi connection. Ada juga beberapa orang yang menghabiskan waktu ber jam-jam disana hingga larut malam tiba hanya untuk bermain game online. Tidak hanya itu, transaksi bisnis juga sering dilakukan di warung kopi oleh pebisnis dan para pengusaha. Menikmati segelas kopi Arabica ataupun Robusta dan diakhiri dengan bersalaman tanda deal sebuah perjanjian bisnis yang sudah disepakati. Warung kopi sudah menjadi salah satu tempat perputaran ekonomi yang sangat cepat di era sekarang ini. Melihat peluang pasar yang terbuka lebar, banyak orang yang tidak takut untuk merogoh biaya yang besar untuk men-design warung kopi atau caffe  yang menarik dan unik. Warung kopi tidak hanya sebagai tempat menikmati kopi saja, ada juga orang-orang yang menjadikannya sebagai spot foto yang cantik. Bahkan seperti menjadi sebuah kewajiban bagi mereka yang nongkrong disana untuk mem-posting foto selfie di sosial media. Menjadi pemburu tempat-tempat yang unik untuk dikunjungi.

Lainnya hal nya dengan anak muda di kota Wuhan, China tempat melanjutkan study magister saya. Warung kopi merupakan tempat favorit mereka untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar membaca buku sambil menikmati segelas Latte hangat di cuaca yang dingin. Berbeda dengan keadaan warung kopi di Aceh yang diwarnai hiruk pikuk banyak orang yang berbicara, suasana warung kopi di kota Wuhan sangat tenang dan tidak berisik. Seakan semua orang larut dalam alur cerita buku yang mereka baca. Lantunan musik jazz yang slow membuat suasana caffe menjadi lebih nyaman. Bahkan ada beberapa caffe yang dengan sengaja menyediakan banyak buku bacaan untuk para pengunjung. Seakan tak akan pernah puas dengan ilmu pengetahuan, dimanapun mereka berada masyarakat China selalu belajar. Kebiasaan orang-orang di China yang rajin membaca buku membuat saya belajar banyak hal dalam menjalani hidup. Disiplin, tekun dan terus berusaha merupakan hal penting yang harus kita terapkan demi mencapai impian yang kita inginkan.