17 Ramadhan 1438H

Syahdu nya lantunan ayat suci Al-Qur’an. Suasana ramai di pasar menjelang berbuka puasa. Adzan sholat 5 waktu yang selalu berkumandang. Membuat jiwa ini tenang dan tentram di bulan suci Ramadhan. Tapi itu semua hanyalah bayang semu. Semua kebahagiaan itu tak bisa lagi ku rasakan karena sekarang aku jauh. Jauh dari peradaban Islam dimana aku dididik dan dibesarkan. 

Bukannya menyesali dengan keadaan ku sekarang ini. Hanya saja aku rindu. Rindu dengan ibunda tercinta. Aku masih harus berjuang. Perjalanan masih panjang. Doakan aku, ibu. Segala ridho mu aku inginkan di sepanjang jalan ku. Keluh kesah anak bontot mu yang sedang menuntut ilmu di negeri China. Ramadhan 17, berbuka puasa sendirian di kesepian malam. Allahu Akbar..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s